Cerita Ngentot Perjaka

Namaku adalah Roy, sebagai seorang pebisnis muda aku sudah bisa dikatakan sukses. Aku bisa berkata begitu karena selain punya usaha yang mapan, rumah yang mewah, aku juga memiliki seorang istri yang cantik bernama Ivana. Tetapi ada satu hal yang membuatku tak bisa dikatakan sebagai laki-laki yang berhasil, bahwa aku sendiri sams sekali tak bisa memberikan nafkah batin bagi istriku. Keadaan ini terjadi pada tahun kedua perkawinanku, dimana saat itu aku mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku. Akibat dari kecelakaan itu dokter bilang bahwa aku tak bisa lagi memberi nafkah batin, apalagi keturunan bagi istriku. Hal ini membuat aku dan Ivana cukup terpukul, namun kami berdua telah berjanji bahwa ini hanya rahasia diantara kami berdua.

Pada tahu keempat perkawinan kami, orang tua kami mulai bertanya kapan kami bisa memberi mereka cucu. Aku dan Ivana hanya bisa menjawab segera mungkin, padahal dalam hati kami menangis karena telah berbohong pada orangtua kami berdua.

Suatu hari aku entah darimana mendapat ide gila, dan ketika kusampaikan pada istriku seperti yang sudah kuduga ia menolak mentah-mentah ideku tersebut. Ide yang kumaksud adalah aku akan mencarikannya laki-laki lain untuk menghamilinya. Terus terang hali ini kulakukan karena tidak tega melihat Ivana istriku, terus menerus dipuaskan nafsuny adenagan sex toys, padahal aku tahu ia sendiri tidak puas.

Akhirnya dengan segala bujuk rayu akupun berhasil membuat Ivana setuju dengan rencana ini.
“ Tapi mas bagaimana kalau aku hamil apa kamu, masih akan mencintaiku ?” tanya Ivana padaku.
“ Tentu saja sayang aku juga melakukan ini agar kamu bisa mendapatkan kepuasan serta agar kita berdua bisa punya anak.“ jawabku padanya.

Kami berdua telah setuju, tinggal mencari laki-laki yang mau melakukannya. Hal ini memang sulit karena Ivana mengajukan persyaratan bahwa ia mau melakukannya tapi harus dengan yang masih perjaka, alasanya agar tidak terkena penyakit kelamin. Akhirnya setelah mencarinya kami menemukannya, ya nama pemuda itu adalah Anton, seorang pemuda berusia tujuhbelasan. Ketika aku bertanya pada Ivana apa ia mau dengan pemuda itu ia tak menolak, karena ia yakin masih perjaka.

Tidaklah sulit membuat Anton tinggal dirumah kami, orang tua Anton adalah pesuruh dirumah mertuaku, dengan alasan menjadikannya sebagai pesuruh dan satpam dirumah kami, kami berhasil mengajak Anton untuk tinggal bersama kami.

Selama beberapa hari tinggal dirumah kami aku dan Ivana mengecek sifat dari Anton, dan kami berdua setuju bahwa rencana kami dapat dilakukan. Malam ini kami berdua akan segera melakukannya.

Malam itu aku sengaja memanggil Anton ke dalam kamar agar bisa menjalankan rencana kami. Terdengar suara ketukan dipintu lalu kemudian suara.
“ Pak permisi apa saya boleh masuk” kata Anton tanpa sadar apa yang akan dia temui
“ Masuk Bim pintunya tidak dikunci” jawabku padanya.
Lalu iapun masuk dan terkejut melihat Ivana istriku tidur telanjang dada di kasur sementara bagian bawah tertutup selimut.
“ pak ada apa ini, lagipula kenapa ibu telanjang begitu?” tanya Anton.
Sudah kuduga dia ini cukup polos orangnya, lalu segera saja akupun menjawabnya.
“Bim bapak mau minta tolong, kamu mau kan. Bapak mau kamu puasin ibu malam ini kalau bisa buat ibu hamil, kamu bisa kan.” Kataku padanya.
“tapi pak ,tapi.”

Tanpa kuduga Ivana bangkit dari tempat tidur lalu menuju Anton. Segera saja ia membuka celana milik Anton lalu iapun meraih batang miliknya kemudian mengulumnya.
Anton tak bisa berbuat apa-apa ia kaget ketiak melihat tubuh polos Ivana yang kemudian segera memainkan batang miliknya.
“Anggh bu aku ngak tahan aku seperti mau kencing,” katanya
“ Keluarkan saja Bim aku ingin meminumnya.” Jawabnya.
Ternyata Ivana mulai menjadi liar selama dua tahun tak mendapat kehangatan seperti itu, telah membuatnya lupa diri dan menjadi liar. Aku yang melihat sangat senang ternyata Ivana bisa mendapatkan kepuasan, agar tak mengganggu aku memutuskan keluar dari kamar.
Tak lama kemudian Anton mulai mengeluarkan air maninya, tanpa pikir panjang Ivana segera menghisap habis semuanya sambil membersihkan batang Anton dengan lidahnya.

Selanjutnya Ivana segera naik ketempat tidur sambil berkata. “Buang semua pakaianmu lalu bantu aku Bim, malam ini kamu harus bisa untuk memuaskanku” Katanya pada Anton. Seperti diduga Anton masih sedikit bingung tapi ia segera melakukan apa yang diperintahkan oleh istriku. Di lain pihak setelah melihat Anton dalam keadaan telanjang bulat, Ivana istriku kagum dalam usia masih muda batang miliknya sudah besar, pasti ia akan puas malam ini pikir istriku. Anton yang masih binggung harus berbuat apa setelah melihat dari dekat tubuh istriku, mulai melakukan apa yang diperintah oleh Ivana.

“ Anton ayo puaskan ibu, coba kamu remas dan hisap susu ibu, ayo Bim.”
Anton pun mulai meremas dan menghisap susu istriku, sampai istriku berkata. “Auch Bim jangan kamu gigit ibu sakit.” Katanya “maafin Anton bu Anton ngak sengaja, maafin Anton lagi ya bu.” Kata Anton dalam nada memelas seolah takut dimarahi. “ya udah ibu maafin sekarang kamu jilat memeq ibu tapi pelan-pelan ya.” Anton pun segera menjilati memeq istriku sambil tangannya meremas susu milik istriku.
“Bu memeq ibu kok wangi?” tanya Anton “Kamu suka Bim, coba sekarang kamu masukkan jari kamu ke dalamnya bim.”
Anton pun segera melakukan apa yang disuruh, tak lama kemudian Ivana istriku mulai mendapat orgasme pertamanya saat Anton menghisap memeqnya.

“Apa ini bu kok asin tapi lengket.” Tanya Anton.
Ivana istrku sedikit geli mendengar ucapan Anton, lalu iapun bertanya padanya.
“Bim ibu mau tanya kamu dah pernah beginian ama perempuan apa belum?”tanya istriku pada Anton.
“Belum bu sama ibu justru yang pertama karena saya kaget ketika melihat ibu telanjang lalu mainin punya saya.”jawabnya.
“Jadi kamu masih perjaka, kalau gitu kamu suka ngak ma tubuh ibu?” Tanya istriku.
“Suka bu tubuh ibu bagus apalagi memeq ibu wangi.” Jawabnya
“Jadi kamu mau kan bikin ibu puas malam ini, apa kamu takut Bim sama bapak.”
“Saya takut sama bapak kalau saya dituduh berbuat tidak baik ama ibu.”
“Kamu ngak usah takut Bim tujuan kamu bapak ama ibu sama bawa kesini supaya kamu bisa membuat ibu hamil, jadi kamu mau kan. Kalau kamu mau coba bawa bantal kecil itu kemari Bim.” Pinta istriku.
Anton pun segera bangkit dan mengambil bantal kecil yang ada di kursi, kemudian memberikannya pada Ivana istriku. Ivana pun segera memakai bantal kecil itu dibawah pinggulnya, ia mencoba buat posisi dimana ia bisa cepat hamil.
“Bim gimana apa kamu dah siap?” tanya istriku.
Anton pun segera bersiap ia meletakkan batangnya tepat dimulut vagina istriku.
“Pelan-pelan Bim sudah lama ibu tidak dimasuki batang yang asli apalagi sebesar punyamu itu, angggh pelan Bim ibu sakit.”
Aku tahu istriku pasti sakit sebab setelah aku dinyatakan impoten oleh dokter, walaupun ia mendapat kepuasan dari sex toys, istriku sama sekali tidak mau memakai dildo. Istriku itu hanya mau memakai vibarator getar yang dipasang pada clirotisnya.
“Maaf bu habis punya ibu sempit sekali jadi Anton harus sedikit maksa masuknya.”
“Ya sudah, ibu dah ngak sakit lagi sekarangkamu dorong maju mundur ya.”
Anton pun mulai memainkan miliknya didalam vagina istriku.
“Bu mentok bu.”

Ivana kaget tapi ia melihat masih ada batang milik Anton yang ada diluar. Ivana berpikir anak selain besar ternyata panjang juga.
Setelah limabelas menit memainkan batangnya Anton merasa ia akan keluar lagi.
“Bu rasanya saya mau keluar.”
“Ibu juga bim kita keluar sama-sama didalam. Anggggh Bim ibu keluar.”
Anton merasa batang miliknya diguyur sesuatu kemudian ia dipaksa lebih intim lagi dengan istriku, karena Ivana melingkarkan kakinya sehingga Anton seperti terkunci. Tak lama kemudian Anton mulai mengeluarkan pejunya.
“Bim jangan ditarik dulu ibu mau kamu keluar semua dulu, lalu kalau ibu dah bilang boleh baru kamu tarik keluar.”
Ya selama beberapa menit Anton dan istriku saling tindih. Istriku ingin agar sperma milik Anton bisa segera masuk kerahimnya dan membuat dirinya hamil. Tak lama Anton segera rebahan dikasur, ia sepertinya puas. Dipenisnya tampak sisa cairan darinya dan Ivana.
Ivana yang melihatnya segera membersihkan batang itu dengan mulutnya. Ia seperti masih belum puas dengan hubungan intim yang baru saja terjadi.
“Bim kamu masih kuatkan ibu masih kepengin lagi. Pokoknya kamu malam ini harus bisa muasin ibu.” Kata Ivana.
“Baik bu.”

“Ngak kamu panggil bu coba sekarang kamu panggil saja mbak.” Kata istriku.
“Baik bu eh mbak tapi saya haus ingin minum.”kata Anton.
“Ya kamu minum dulu dimeja ada air.” Kata Ivana yang bangkit dari tempat tidur lalu meminum jamu yang telah disiapkan.
“Mbak itu apa kok kaya jamu sih?” tanya Anton.
“Iya ini emang jamu tapi jamu buat kesuburan kamu juga harus minum ini ya Bim agar mbak bisa cepat hamil.” Kata Ivana pada Anton.
Anton pun meminum jamu itu, lalu ronde kedua dengan Ivana dimulai.
“Bim mbak mau tanya kamu pernah ngak lihat tubuh wanita telanjang sebelumnya?”
Anton pun menjawab.

“Kalo lihat pernah, waktu itu lagi ngintip gadis yang pada mandi di sungai, tapi kalo main ama mbak justru yang pertama.”
“Uh kamu bikin mbak greget ayo masukin punya kamu jangan mainin tangan kamu terus disusu mbak nanti mbak marah lo.”
Ya yang terjadi malam itu Anton dipaksa oleh istriku agar mau melayani nafsunya yang telah dipendam selama dua tahun. Berbagai macam gaya diajarkan pada Anton tapi yang sering dilakukan adalah gaya yang cepat membuat hamil, yaitu gaya dimana pinggul diangkat sehingga air mani cepat masuk ke rahim.
Pagi harinya aku kembali masuk ke kamar kulihat Anton masih saja main dengan istriku, tapi kali ini posisi doggie.
“Ana apa kamu masih belum puas, tadi malam emang berapa kali?” tanyaku.
“Enam kali sama yang sekarang, heh heh heh….., mas mau kerja ya kalo gitu tunggu bentar ya setelah ini selesai aku mandi lalu siapin makan.” Kata Ivana.

“Ngak usah kamu puasin aja dulu, aku gampang kok bisa sarapan dikantor.”
Begitulah sampai berangkat kekantor aku masih melihat Ivana main dengan Anton, dalam hati aku puas karena bisa melihat senyum Ivana lagi.
Pulang dari kantor akupun bertanya pada dia.
“ Ana sampai jam berapa kamu main sama Anton, kelihatan ampe loyo gitu?” tanyaku.
“Sampe jam dua siang, emang seling ama makan dan tidur. Tapi aku maen sepuluh ronde ama dia, aku aja sampe ngak kehitung berapa kali orgasme mas.” Jawab Ivana.

“Tapi kamu baik aja kan, dia ngak kasar ama kamu kan.”
‘Ngak mas, mas malam nanti aku minta ijin mau main lagi ama Anton boleh ngak mas.” Pinta istriku.
“Boleh aja tapi kamu harus inget, kamu jangan sampe dikasari ama dia.” Jawabku.
Ya malam-malam selanjutnya akupun merelakan Ivana istriku tidur dengan lelaki lain yaitu Anton.

Fakta Tentang Film Bokep di Dunia

Bokep Jilbab Lugu

Ada banyak orang yang marah dan blak-blakan terhadap bokep. Namun, industri seks adalah jauh industri yang paling menguntungkan di dunia, yang mengalahkan ritel, teknologi, dan bahkan hiburan. Jika keuntungan seperti indikasi permintaan, daripada seseorang berbohong. Berikut adalah 25 fakta mengejutkan tentang bokep Anda mungkin tidak tahu.

 

Industri seks adalah industri terbesar dan paling menguntungkan di dunia. Ini termasuk prostitusi jalanan, strip Club, telepon seks dan pornografi.

13,000 dewasa video yang diproduksi setiap tahun, mengumpulkan lebih dari $13 miliar dolar dalam laba. Sebagai perbandingan, Hollywood dirilis 507 film dan membuat hanya 8.8 miliar.

Industri bokep indo juga membuat lebih banyak uang dari The National Football League, The National Basketball Association dan Major League Baseball digabungkan dan lebih dari NBC, CBS, ABC dikombinasikan. Selain itu, mereka memiliki pendapatan lebih besar daripada atas teknologi perusahaan seperti Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo, Apple dan Netflix digabungkan.

Pada setiap saat hari ada sebanyak 30,000,000 pengunjung unik adalah untuk melihat bokep. Ini berarti bahwa ada sekitar 30,000,000 pengunjung yang melihat bokep sekarang, dan sekarang, dan sekarang.

Kata terkait bokep yang paling dicari di Amerika adalah Creampie menurut analisis Pornhub terbaru. Remaja juga sangat populer.

Boyfriend Istriku Beradu Nikmat

Cerita dewasa melayu – Aku mengajak kawan isteriku tidur saja di rumahku. Dia dan isteriku baru saja sampai dari langkawi menghadiri seminar sehari. Sebenarnya Suep ni adalah X boyfriend isteriku. Dulu mereka pernah bercinta selama 7 tahun semenjak dari tingkatan 3 lagi. Apa yang aku tahu mereka berpisah bila Suep ni ditunangkan oleh keluarganya dengan perempuan pilihan orang tua. Tapi setelah aku bernikah dengan isteriku, Suep memutuskan pertunangan dengan perempuan pilihan orang tuanya. Aku pun tak tahu kenapa dan Suep tak kahwin lagi hingga sekarang. Setelah kami berkahwin, aku telah membawa isteriku ke sarawak sebab aku ditugaskan disana dan isteriku seorang guru juga memohon pertukaran ke sarawak.

Selepas 5 tahun disarawak, kami pulang ke semenanjung dan aku bertugas di Kedah tapi isteriku hanya dapat bertukar ke perak. Jadi terpaksalah kami tinggal berasingan, aku diAs dan isteriku diPB. Isteriku berjumpa kembali dengan x boyfriendnya semasa menghadiri seminar sehari dilangkawi. Semasa aku menjemput isteriku di kuala perlis isteriku memperkenalkan Suep dengan aku tapi disebabkan hari dah malam masa tu, aku meminta Suep mengikut kami pulang ke rumah dan bermalam saja di rumah kami. Suep menyambut baik cadanganku. Selepas makan malam,kami berdua duduk bersembang di ruang tamu.Sambil berborak2 pasal diri masing2. Aku bertanya pada Suep kenapa tak kahwin2 lagi, dia kata belum ada jodoh lagi. Lagi pun dia belum jumpa perempuan yang sesuai. Suep dan isteriku sebaya berumur 31 tahun dan aku 39 tahun. Walau pun kami dah kahwin selama 6 tahun, tapi kami belum lagi dikurnia cahaya mata.

Lebih kurang pukul 12 malam,mata aku mula mengantuk.Aku lihat Suep belum mengantuk lagi dan aku pun meminta maaf pada Suep yang aku perlu masuk tidur dulu.Isteriku masih lagi berborak dengan Suep semasa aku masuk ke bilik. Aku membaringkan tubuhku di atas katil tapi mata ku susah untuk lelap walaupun aku betul2 mengantuk masa tu.Tak lama selepas tu isteriku masuk ke dalam bilik dan aku pura2 tidur dan isteriku memberi satu ciuman dipipiku dan keluar bilik semula.Isteriku nur kelihatan bergerak keluar dari bilik sambil menutup daun pintu semula.Ahhh…mungkin dia pastikan bilik tetamu untuk Suep fikirku. Aku cuba memejamkan mata semula.Tapi gagal.Tidurku nampaknya terganggu.Aku memerhati jam loceng.Pukul 12.15 pagi.Aku cuba pejam mata lagi. Hatiku berdebar-debar.Aku pandang jam lagi,pukul 12.30 pagi.Mana pi nur ni? Takkan lama sangat pergi check bilik. Aku mula syak yang bukan bukan.

Aku bangkit dari katil dan keluar dari bilikku.Perlahan-lahan kerana aku tak mahu isteriku dan Suep menyedari, aku ingin mengintip apa yang dilakukan olih isteriku. Aku pun melangkah perlahan-lahan menuju ke ruang tamu.Kelihatan isteriku sedang duduk di atas sofa menonton bersama-sama Suep sambil berborak. Aku menyembunyikan diri disebalik almari hiasan sambil menundukkan kepalaku.Keadaan gelap di ketika itu tidak bisa menampakkan diriku.Aku dapat melihat mereka berdua dengan jelas sebab lampu diruang tamu masih menyala begitu juga dengan TV yang masih terpasang…aku terus memerhatikan mereka. Aku dapat mendengar apa yang mereka bualkan. Mereka tengah berbual kisah2 lalu semasa mereka bercinta dan lepas tu aku dengar isteriku bertanya pada Suep kenapa dia tak kahwin2 lagi. Suep mengatakan yang dia masih menyintai isteriku dan dia tak dapat nak menerima perempuan lain dalam hidupnya. Aku lihat tiba2 isteriku terdiam dan terus tunduk membisu, rupanya isteriku menitiskan air matanya bila Suep mengaku yang dia masih menyintai isteriku.

Tiba-tiba Suep bangkit dari tempat duduknya lalu duduk disebelah isteriku.Suep mengambil tisu diatas meja dan mengelap pipi isteriku.Selepas itu Suep terus memegang dan meramas tangan kanan isteriku sambil membisik pada isteriku yang dia tak dapat melupakan saat2 manis semasa mereka bercinta dulu. Aku lihat Suep mencium pipi isteriku dan bila dia lihat isteriku hanya diam dan tak melarang, Suep terus mengangkat dagu isteriku dan merapatkan bibirnya ke bibir isteriku. Aku lihat isteriku juga membalas ciuman Suep sambil memejamkan mata. Pelahan lahan aku lihat tangan Suep merayap dari peha kedada isteriku dan terus meramas ramas dari luar baju tidur (kelawar) yang isteriku pakai. Isteriku mempunyai payudara yang agak besar 34C, tegang, bulat dan mempunyai puting yang besar dan juga kulit yang putih bersih. Aku lihat isteriku menggeliat bila buah dadanya di ramas oleh Suep. Aku berjalan perlahan ke bilik ku semula dan mengambil Video Cam dan keluar semula dibelakang almari dan memasang Video Cam. Aku ingin merakam segala aktiviti isteriku dan Suep.

Kemudian aku lihat tangan Suep turun kebawah dan menarik baju tidur isteriku ke atas peha dan memasukan tangannya terus ke dada isteriku. Tiba2 mungkin isteriku baru tersedar, dia terus menahan tangan Suep dari terus meramas dadanya. Isteriku terus berkata “jangan Suep, kita tak boleh lakukan ni… nanti suami nur bangun susah kita”. ‘Suami nur tak akan bangun, kan tadi nur kata dia kalau tidur tak akan sedar hingga ke pagi’ “Ya..tapi ini salah.. nur tak sanggup untuk menduakan suami nur”

‘Tolonglah nur…Suep betul2 rindukan nur…rindu nak pegang buah dada nur macam dulu…bagilah Suep pegang sekali ini saja untuk melepaskan rindu” “Baiklah tapi diluar saja tau”…kata isteriku. ‘Ok…di luar saja’.. balas Suep. Bila aku mendengar kata2 Suep tadi…baru aku tahu yang mereka dulu memang selalu ringan2. Dulu pernah aku bertanya pada isteriku…pernah ke Suep pegang buah dadanya atau tempat tempat lain tapi isteriku mengatakan yang Suep tak pernah memegang tubuhnya kecuali tangan sahaja. Aku percaya pada isteriku sebab malam pertama kami dulu memang isteri betul2 sakit bila aku pecahkan daranya.

Sekarang aku lihat Suep sedang meramas ramas dada isteriku dari luar bra sambil menjilat2 pipi dan telinga isteriku. Aku lihat isteriku dah mula pejam celik dan merengek rengek..ahhh..ahhh kesedapan. Bila mendengar isteriku merengek, batangku pun dah mula keras…aku tak tahu nak buat apa.. sakit hati pun ada tapi yang lebihnya aku jadi seronok melihat isteriku di peluk dan diramas ramas olih lelaki lain. Aku dapat memerhati yang tangan Suep sedang mengusap dan meramas ramas dada isteriku.Bibir dan mulutnya pulak sedang mencium dan menjilat batang tengkuk isteriku.Sekali sekala dia menjilat telinga isteriku dan isteriku tak berhenti henti merengek.

Kemudian Suep membisikkan sesuatu ke telinga isteriku.Isteriku menggelengkan kepalanya tanda tak setuju tapi Suep terus memujuk dan merayu. Yang peliknya, walau pun isteriku kata jangan tapi dia tetap mengangkat punggung dan tangannya keatas supaya senang Suep menarik keatas baju tidurnya dan terus keluar dari kepala dan tangannya.Kini tersembul dua biji buah dadanya yang pejal dan montok itu disebalik bra hitamnya.Suep terus meramas dada isteriku dari luar bra dengan tangan kirinya dan aku lihat tangan kanannya berusaha membuka kancing bra isteriku. Bila isteriku tersedar yang cangkuk branya dah terbuka, dia terus menahan Suep dari membuka terus branya dengan tangan.

Suep terus merayu. Bila isteriku diam, Suep tidak membuang masa,lalu dia menarik dan membuka bra isteriku dan terus meramas buah dada kiri isteriku sementara dada kanannya dihisap dengan penuh selera.Isteriku mengeliat kesedapan sambil merengek rengek.Matanya sekejap tertutup sekejap terbuka.Dia benar-benar terangsang dengan urutan dan hisapan Suep. Aku lihat Suep betul2 melepaskan geram pada buah dada isteriku…aku lihat Suep meramas meramas buah dada isteriku kuat sekali…sekejap diramasnya kuat2 dan sekejap ditekan2.Selepas itu di gentel2 dan ditarik2 puting isteriku. Suep terus menjilat, menguli dan mengigit puting dan buah dada isteriku sepuas2 hatinya..dan aku lihat isteriku merengek2 kesedapan.

Aku jadi terangsang bila melihat isteriku digagahi oleh lelaki lain.Aku mencangkung melihat aksi mereka lagi sambil merakam segala apa yang mereka lakukan, apa yang aku lihat isteriku ini macam suka sangat dengan sex ganas…lagi ganas Suep meramas dadanya lagi kuat isteriku merengek. Aku pasti lepas ni mesti buah dada isteriku lebam2. Kadang2 aku sengaja zoom video cam dengan lebih dekat untuk lihat macam mana ganasnya tangan Suep meramas dan menggigit buah dada isteriku.

Suep mula menanggalkan kain pelikatnya.Koneknya yang agak besar dan tercacak keras itu dihalakan ke mulut isteriku. Isteriku enggan membuka mulutnya walaupun dipujuk oleh Suep. Aku zoom video cam betul2 dekat dengan batang Suep dan aku lihat batang Suep besar betul lebih kurang sama besar dengan tangan isteriku, panjangnya adalah dalam 7 1/2 inci.

Aku rasa kalau dia masukkan dalam cipap isteriku mesti koyak cipap isteriku sebab dengan batangku yang size biasa ni pun isteriku kata sakit masa mula mula masuk inikan pula batang besar macam tu. Suep kemudiannya mencium keseluruhan tubuh isteriku dan cuba untuk melucutkan seluar dalam isteriku. Isteriku cuba menahan tapi dengan keras Suep menarik tangan isteriku dan terus membuka seluar dalam isteriku. Kini cipap isteriku yang putih bersih tanpa bulu dan tembam itu terserlah luas. Sekarang isteriku dan Suep dah sama2 bogel tanpa seurat benang. Suep terus mengangkangkan peha isteriku dan membelai cipap isteriku. Isteriku hanya diam dan menanti apa yang akan Suep lakukan seterusnya.Bila terasa Suep membelai cipapnya, isteriku tanpa disuruh mengangkangkan lebih luas lagi kedua pahanya lalu kelihatan alur lurah dendam kemerahan yang dibasahi air mazinya.

Tanpa membuang masa, Suep menjilat cipap isteriku bertalu-talu.Lidahnya juga meneroka lurah itu dalam-dalam.Tangannya tak henti-henti meramas buah dada isteriku sehingga isteriku mengangkat punggung dan menekan kepala sambil mulutnya berbunyi….aaaaahhhhh….Suepmmm.

Aku tahu isteriku dah klimak untuk pertama kali. Kemudian Suep berdiri sambil memegang koneknya.Dihalakan koneknya tepat ke alur lurah dendam itu.Sebaik saja konek itu bertemu dengan bibir cipap isteriku,isteri membuka matanya dan menghalang Suep daripada meneruskan niatnya. Lantas dia cuba menolak Suep tapi Suep terus memeluk isteriku dan merayu.

Suep menarik isteriku ke bawah dan membaringkan isteriku diatas karpet. Isteriku menurut sahaja dan aku lihat Suep menindih isteriku dan menghulur koneknya dicelah alur lurah cipap isteriku.Jelas aku lihat Suep menyelak kedua bibir cipap isteriku dengan tangan dan meletakkan koneknya yang besar itu di celah cipap isteriku dan aku lihat isteriku merapatkan sedikit pehanya..mungkin dia takut Suep memasukkan koneknya kedalam.

Aku lihat Suep terus mengosok gosok koneknya diluar cipap isteriku sambil mengisap dan mengulum buah dada isteriku. Sambil menggosok koneknya Suep tak berhenti2 meramas dan mengisap dada isteriku dan tak tinggal juga lidah isteriku disedut2. Makin lama Suep mengosok gosok koneknya dicelah cipap isteriku, aku lihat isteriku pun menikmatinya dan merengek rengek kesedapan sambil pehanya semakin terbuka luas dan mungkin isteriku terleka kerana kesedapan dia dengan tak sengaja mengangkat kedua lututnya keatas dan kakinya diletak kat atas punggong Suep maka terkangkang luaslah iateriku. Entah macam mana..mungkin sebab isteriku tak tersedar pehanya dah terbuka luas,Suep mengambil kesempatan menjolok batangnya masuk setengah kedalam lubang cipap isteriku.Tersentak dan terlopong mulut isteriku…. Belum sempat isteriku untuk menolak Suep dan merapatkan pehanya, Suep terus menekan dengan kuat hingga habis batangnya masuk semua kedalam cipap isteriku. Suep terus menghentikan tikamannya dan membiarkan batangnya tenggelam habis kedalam cipap isteriku.

Aku lihat isteriku pasrah saja…mungkin dia dah tak dapat nak buat apa apa benda dah masuk dan sedap pulak tu isteriku terus mengangkang seluas luasnya. Bila melihat isteriku dah boleh terima batangnya Suep terus menghenyut batangnya keluar masuk kedalam cipap isteriku.

Ditarik keluar lalu dihenjut masuk kembali. Diulangi perbuatannya itu sehingga bergegar badan isteriku. Isteriku pun tak mahu mengalah terus merengek rengek dan mengelek gelek ponggongnya. Konekku yang masih keras semenjak dari tadi ,ku urut-urut berkali-kali sambil menikmati aksi isteriku. Aku zoom video cam aku ke celah kangkang isteriku dan aku lihat lubang cipap isteriku betul betul penuh dengan batang Suep. Bila Suep tarik batangnya keluar, aku lihat macam semua isi dalam cipap isteriku pun nak mengikut keluar bagitu juga bila ditolak kedalam semua ikut masuk. Suep terus mengenjut isteriku sekuat2 hatinya hingga aku dengar berdecap2 dan bergoyang2 badan isteriku. Isteri pun tak berhenti merengek2 dan mengelek2 punggongnya….tiba2 aku lihat isteriku terus memeluk Suep dan menyangkat kakinya dan mengepit punggong Suep. Dengan cepat Suep terus mencabut batangnya dari cipap isteriku dan digosok2 kat luar cipap isteriku. Isteriku terus mengeluh…

Suep terus memasukkan batangnya dan menghenjut sekuat hatinya…terbeliak mata isteriku bila Suep buat macam tu. Suep terus mengenjut cipap isteriku sekuat hatinya..sekejap ditarik keatas dan sekejap ditolak dari bawah..dan kadang aku lihat Suep memutar mutar batangnya didalam cipap isteriku dan bila isteriku baru nak klimak, Suep berhenti bergerak dan dibiarkan saja batangnya tenggelam didalam cipap isteriku. Suep terus mengangkat isteriku keatas badannya dan dia baring dibawah. Aku lihat isteriku terus mengangkang diatas Suep dan memasukkan sendiri batang Suep kelubang cipapnya.

Dan istriku macam dirasuk menghentak hentak punggongnya keatas batang Suep dan Suep tak berhenti henti meramas ramas buah dada isteriku. Tak pernah isteriku gila macam ni bila dia bersama denganku. Akhirnya isteriku mengeluh dengan kuat dan menekan cipapnya sedalam dalamnya dan terus rebah kat atas badan Suep tanda isteriku dah klimak untuk kedua kalinya. Suep pun menghentikan gerakan batangnya mungkin untuk memberi isteriku rehat sebentar selepas mendapat kepuasan nya yang kedua.

Bila isteriku dah boleh bernafas dengan betul, Suep mencabut batangnya dan memusingkan badan isteriku. Isteriku terus berpusing dan menunggengkan bontotnya sambil tangannya memegang sofa. Suep terus memasukkan batangnya dari belakang…aku lihat Suep seronok mengenjut cipap isteriku dari belakang sehingga isteriku klimak untuk ketiga kalinya. Sambil mengenjut, Suep menggosok2 lubang bontot isteriku dengan jarinya. Aku lihat isteriku seronok bila dilakukan begitu.

Tiba2 Suep mencabut batangnya dan cuba untuk memasukkan batangnya kedalam lubang bontot isteriku. Isteriku tersedar dan terus menjatuhkan punggongnya kebawah, melarang Suep dari memasukki bontotnya. “Jangan Suep…suami nur pun tak pernah masuk belakang…nur tak mahu…. suami nur pun nur tak bagi” ‘Apa salahnya…suami nur dapat pecah depan, bagilah Suep pecahkan yang belakang pulak’ “Lain kali lah Suep…nur takut nur tak dapat jalan esok…apa pulak kata suami nur nanti” ‘Okaylah lain kali kita buat ya’…kata Suep sambil memusingkan isteriku terlentang, meletak bantal sofa kat bawah punggong isteriku dan terus memasukkan batangnya. Suep terus mengenjut cipap isteriku sehingga isteriku terpancut untuk kali yang ke empat barulah Suep memancutkan airnya kedalam cipap isteriku.

Suep cuba untuk mencabut batangnya keluar tapi dilarang olih isteriku. Aku lihat Suep membiarkan batangnya tenggelam dalam cipap isteriku. Suep menikmati kemutan isteriku sambil memeluk dan mencium mulut isteriku. Ada dalam 10 minit, batang Suep pun mengecut dan terkeluar sendiri dari dalam cipap isteriku. Kemudian aku lihat isteriku menolak Suep turun dari badannya dan mengutip baju tidur, bra dan seluar dalamnya.

Bila aku lihat isteriku mengutip pakaiannya, aku terus offkan video cam dan terus masuk ke bilik. Di dalam bilik aku sorok video camku dibawah katil dan aku terus baring dikatil seolah2 aku tengah tidur lena. Tak lama itu aku dengar isteriku masuk kedalam bilik dan terus kebilik air yang berada didalam bilikku. Aku terus pura2 tidur sehingga isteriku keluar dari bilik air dan baring disebelahku. Aku buat buat macam baru tersedar dan terus memeluk isteriku sambil mata ku terpejam seolah2 aku masih lagi tidur dan aku terasa isteriku macam terkejut bila aku memeluknya. Sambil mata aku terpejam, tangan ku meraba dan meramas dada isteriku. Aku lihat isteriku cuba untuk melarang tanganku dari terus meramas dadanya.

Aku alih tanganku ke bawah dicelah kangkang isteriku dan meraba cipapnya sambil aku mencium pipi dan bertanya pada isteriku…pukul berapa sekarang sayang….seolah olah aku baru tersedar. Isteriku memandang pada jam dinding yang terletak dibilikku dan berkata…pukul 2.00pagi bang. Aku dengar suara isteriku terketar menjawab. Sayang baru nak tidur ke..aku bertanya pada isteriku. Tak lah…nur baru bangun gi buang air tadi…jawab isteriku. Aku terus memeluk isteriku sambil meraba raba dadanya. Isteriku cuba menghalang tanganku sambil berkata…janganlah bang…nur ngantuklah katanya. Tapi aku terus juga meramas buah dadanya dari luar baju tidurnya tanpa bra. Aku faham sangat dengan isteriku, dia tak pernah melarang aku untuk bersama dengannya. Aku terus meramas ramas dan menggentel gentel putingnya. isteriku terus merayu. Sebenarnya memang batangku masih lagi tegang bila melihat Suep melanyak isteriku tadi.

Tangan ku terus menarik baju tidur isteriku keatas dan terus membukanya. Dalam samar samar cahaya lampu bilik tidur, aku dapat melihat muka isteriku merah dan risau. Aku tahu apa yang dia risaukan sebab dia baru je lepas projek dengan Suep tadi. Aku terus meraba cipap isteriku dan memasukkan jariku ke dalam cipap isteriku dan aku rasa basah didalam cipap isteriku. ‘Eh sayang tak pakai seluar dalam ke? selalu tak pernah tak pakai seluar dalam’ “Nur baru buka masa nur masuk bilik air tadi”

‘Cepatnya basah sayang punya…selalu susah nak basah’ Sebenarnya aku tahu yang basah tu bukan air mazi isteriku tapi air mani Suep. Aku terus membuka kain ku dan naik celapak keatas isteriku dan terus memasukkan batang ku kedalam cipap isteriku. Aku rasa senang je batangku masuk kedalam cipap isteriku Aku lihat muka isteriku merah saperti orang serba salah. Aku terus menghenjut cipap isteriku…lama juga aku menghenjut tapi aku lihat isteriku tak juga sampai sampai. Selalunya dia akan mengelek gelek punggongnya semasa aku menghenjut tapi malam ni dia diam je. Biasanya aku akan tunggu isteriku sampai dulu baru aku pancut.

Aku terus mengenjut cipap isteriku. Ada dalam 5′ minit tiba tiba isteriku mengangkat kaki ke punggong ku dan mengangkat cipapnya keatas dan terus mengeluh. Aku tahu isteriku pura pura klimak supaya aku tak syak. kalau isteriku klimak aku faham sangat cara dia mengemut dan cara dia menggelek punggongnya. Lepas tu aku terus menghenjut isteriku kuat kuat sehingga katil ku berbunyi. Sengaja aku buat macam tu supaya Suep dengar diluar sana. Aku pun terus menghenjut hingga terpancut di dalam cipap isteriku.

Handjob Saat Disunat

Cerita handjob dengan suster sunat – Sebut saja namaku Jack, usiaku kini 25 tahun. Aku adalah putra seorang pengusaha Indonesia yang keadaan ekonominya cukup berada sehingga, tidak seperti orang kebanyakan, aku cukup beruntung untuk bisa berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Kini kuliahku telah selesai dan aku memutuskan untuk kembali ke tanah air.

Ok, kita skip saja basa-basinya. Cerita ini berawal ketika aku menjalin kasih dengan seorang cewek Indonesia, panggil saja Ine yang kebetulan dulu kuliah ditempat yang sama denganku. Wait a minute, mendengar hal ini mungkin ada yang bertanya-tanya, kok nggak sekalian cari jodoh orang bule saja? Sekalian perbaikan keturunan. Hehehe.. yup anda tidak salah baca, its HEHEHE, aku hanya tertawa saja kalau mendengar perkataan semacam itu, karena soal cinta kan memang tidak bisa diatur. Lagipula kedua orangtuaku memang menginginkan putra tunggal mereka ini kelak berjodoh dengan sesama orang Indonesia saja, biar pure Indonesia katanya.

Eits, bukan berarti aku dijodohkan lho, memang kebetulan ketemunya (dan sregnya) sama wanita asli Indonesia. Lagian, orang Indonesia kan nggak jelek-jelek amat, jadi mengapa keturunannya harus diperbaiki segala? Not to mention nggak ada montir di dunia ini yang bisa memperbaiki keturunan manusia, ya kan? Anyways, ini cuma pendapatku saja, so buat yang nggak setuju ya bebas-bebas saja, ok! Peace! Hehehe.. O ya, Ine berwajah sangat cute (menurutku, lagipula kecantikan itu relatif, tul ngga?), tingginya 165cm dengan ukuran payudara 34c.

Singkat cerita, aku dan Ine sudah bertunangan dan kurang lebih dua bulan lagi akan segera memasuki jenjang hubungan yang paling serius untuk mengikat janji suci dihadapan Tuhan dan kemudian menuju perkelaminan, eh… pelaminan. Nah, karena hubungan kami berdua sudah sangat serius dan kalau tidak ada aral melintang, batu menghadang dan badai menerjang, aku dan Ine sudah dipastikan akan menikah. Bicara soal angka dan peluang, kemungkinan kami akan menikah adalah 99,9 persen. Yang 0,1 persen sisanya hanya akan terjadi kalau tiba-tiba dihari pernikahanku nanti muncul seorang wanita hamil yang menuntut pertanggungjawaban dariku untuk menikahinya, which is impossible karena aku memang belum pernah bercinta dengan seorang wanitapun, termasuk si Ine.

Karena itu, aku jadi ngebet sekali untuk bisa cepat-cepat melepas keperjakaanku ini dan ingin segera bercinta dengan kekasihku yang ayu itu karena toh kami sudah hampir menikah. Aku sudah membicarakan hal ini dengan Ine dan kami terlibat dalam perdebatan kecil, isinya soal aku yang tidak sabaran dan ini-itu. (Lagi-lagi) Singkat cerita, aku agaknya telah berhasil meyakinkan si Ine untuk berhubungan badan sebelum tanggal pernikahan tiba, aku berargumen jika kami berdua melakukannya setelah menikah, nanti akan sama dengan orang-orang lainnya, lagipula kami akan tahu bagaimana sensasinya jika melakukannya sebelum waktunya dan nantinya bisa dibandingkan lagi ketika melakukannya setelah menikah. Terdengar gila, tapi karena berhasil membujuknya, itu semua menjadi tidak masalah.

Kami berdua memutuskan untuk melakukannya besok sore di sebuah hotel di daerah Jakarta Selatan. Wah, membayangkan apa yang akan terjadi esok, aku jadi tidak sabar dan tidak bisa tidur, walaupun setelah dikocok jadi bisa tidur, hehehe. Keesokan harinya, aku menjemput Ine yang sudah mendapat ijin dari ortunya untuk ngedate denganku. Ya iyalah, kalo ijinnya ke ortu mau ML di hotel, mana mungkin dikasih. Kemudian, kami segera meluncur menuju hotel MXXXXXXX dan langsung check in. Supaya tidak dicurigai, aku check in sendiri, beberapa menit kemudian barulah si Ine menyusul menuju kamar hotel yang sudah kupesan sebelumnya setelah kukabari via sms.

Di dalam kamar hotel, jantungku dagdigdug tidak karuan karena belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Untuk mencairkan ketegangan, kami berdua duduk2 terlebih dahulu sembari mengobrol ngalor ngidul. Lumayan lama juga, kira-kira lebih dari setengah jam kami ngobrol. Baru setelah itu, aku memulai ‘gerilya’ dengan duduk semakin merapat dan merangkul pundaknya. Aku berbisik I love you ditelinganya agar dia rileks. Kemudian kami saling berpandangan, dan entah siapa yang memulai, kami mulai berciuman. Bibir mungilnya kulumat dan kuhisap-hisap. Perlahan, aku memasukkan dan kemudian memainkan lidahku didalam mulutnya. Ine tampak sangat menikmati hal ini, itu terlihat dari kedua matanya yang dipejamkan dan ritme nafasnya yang mulai berubah. Posisi tangan kiriku kupindahkan, dari yang semula merangkul erat pundak Ine berpindah ke pinggangnya yang ramping. Sementara tangan kananku kugerakkan merayapi punggung Ine, yang masih berbalut T-shirt ketat warna cokelat muda, dengan gerakan pelahan menuju keatas kearah belakang lehernya yang kemudian kubelai lembut.

Hanya desahan perlahan yang terlontar dari bibirnya. Mendapat ‘sinyal’ ok, aku melanjutkan aksiku dengan menyusupkan tangan kiriku dibalik T-shirtnya. Perlahan, jemariku menyentuh kulit perutnya yang kencang, lalu naik keatas lagi, dan lagi, dan lagi, hingga sampai diatas gumpalan dadanya yang kenyal dan masih terbungkus bra berenda. Kuremas pelan-pelan payudara sebelah kiri Ine sambil terus berciuman dan tangan kananku kumasukkan dibalik T-shirtnya sehingga menyentuh langsung punggungnya, dan tangan kananku terus kugerakkan naik hingga menyentuh pengait bra si Ine yang kemudian tanpa babibu langsung aku buka. Dalam sekejap, bra tersebut terjun bebas ke lantai keramik hotel yang berwarna putih bersih, sehingga kini tanganku bisa langsung menjamah payudaranya tanpa ada yang menghalangi. Dengan jari telunjuk dan jempol tangan kiriku, kupilin-pilin puting payudara kiri Ine yang kini mengeluarkan desahan-desahan karena bibirnya sudah lepas dari ciumanku. “Nghhhh… Jack.. aa” Desah si Ine. Tanpa buang waktu, segera kulucuti T-shirtnya sehingga pemandangan indah terpampang didepan mataku yang setengah melotot, payudaranya Ine sekal dan montok sekali dengan puting yang berwarna kemerahan. Juniorku yang tadi sudah setengah mengeras kini semakin mengeras seolah hendak meronta untuk keluar dari balik celana jeans dan juga celana dalamku.

Ine yang sudah setengah telanjang kurebahkan di atas sping bed. Lalu, aku buka resleting rok jeansnya dan segera kulorot sehingga terlihat celana dalamnya yang berwarna pink dan berenda, samar-samar terlihat rambut kemaluannya karena lapisan celana dalam itu memang tidak terlalu tebal. Tidak menunggu lama, segera kulepas celana dalam itu dan terlihat pemandangan yang wow dihadapanku sehinga aku hampir-hampir tidak berkedip dibuatnya. Tampak belahan vagina yang menggoda dengan dihiasi bulu-bulu kemaluan yang tidak terlalu lebat. Aku tidak tahan lagi, segera kujamah vagina itu. Kusibakkan kedua bibirnya kesamping shingga kelihatan bagian dalam vagina Ine yang berwarna merah muda. Tanpa menunggu lama, aku langsung menusukkan lidahku kedalam liang itu, kujilat-jilat dan kumainkan lidahku didalam. Nafas Ine semakin memburu, “Aaah, Jack.. ka.. mu ngap.. pain, enghhh..!!” Tidak kuhiraukan desahan itu dan aku terus saja menjilat-jilat vaginanya yang mulai dipenuhi lendir tanda Ine sudah sangat terangsang.

Kucabut lidahku dan sasaran berikutnya adalah klitorisnya. Segera kukulum dan kuhisap klitorisnya sembari terkadang kujilat-jilat permukaannya. Desahan Ine kian menjadi dan tidak seberapa lama kemudian ia mencapai orgasme, “aaaach.. aahh!!” dengan diiringi lenguhan panjang tubuhnya menggelinjang hebat dan cairan kenikmatan mengalir deras keluar dari vaginanya. Aku langsung menyeruput habis cairan itu. Kemudian aku beranjak berdiri, kulihat Ine masih rebahan dengan mata setengah terpejam dan pandangan yang mupeng, woow gile.. terlihat tambah cakep aja ni anak. Lalu aku melepas kaosku dan celana jeansku, kemudian langsung kuterkam si Ine yang masih terengah-engah. Tanpa ampun, langsung kuemut puting payudaranya yang sebelah kanan, sambil tangan kiriku meremas dan memainkan payudara kiri Ine. “Aaahh, mmmmhh, terus Jack… ohh!!” Desahnya. Aku semakin asyik saja ‘menyusu’ di payudara yang montok tersebut. Aku sudah tidak tahan lagi, ingin segera menikmati ‘main course’ alias ‘hidangan utama’ berupa ML saus tiram, hmmm. Segera aku berdiri dan melepas kain terakhir yang menutup tubuh telanjangku yaitu celana dalam warna biru tua merek BXXXX. Begitu celana dalam itu terlepas, juniorku yang dari tadi tersiksa langsung berdiri mengacung menghirup udara bebas. Tidak tampak ada kepala penis karena memang punyaku uncut (belum disunat). Buat yang seumuranku tentu tahu kalau dulu, waktu masih anak-anak, yang namanya sunat tidak diharuskan (yang diharuskan hanya agama tertentu). Namun belakangan dunia medis merekomendasikannya, tapi aku belum juga memutuskan untuk melakukannya. Sebenarnya, Ine sudah kuberi tahu tentang hal ini sekitar setengah tahun yang lalu ketika kami baru pulang ke Indonesia dan kami berdua sedang memikirkan rencana pernikahan.

Intinya dia keberatan dengan kondisi tersebut dan memintaku untuk disunat saja. Tapi, yah.. terus terang aku malu apalagi sekarang sudah di tanah air, nanti apa kata dokternya kalau tahu sudah gede kok belum disunat, bla bla bla, namun yang pasti aku akan lebih malu lagi kepada pasien lainnya yang akan disunat. Dalam bayanganku, tentu semuanya masih anak-anak dan pasti hanya aku sendiri yang paling tua.. aargh tidak! Aku tidak sanggup melakukan itu, jadi ya akhinya aku membohonginya dan mengatakan aku sudah disunat sekitar tiga bulan yang lalu. O ya, kembali lagi ke ‘hidangan utama’, aku berharap agar Ine tidak lagi keberatan dengan hal ***** Apalagi dia sedang horny, dimana seharusnya akal sehat tidak terlalu bermain, sehingga tanpa sadar dia akan mau ML denganku. Segera aku merangsek ke arah Ine untuk lekas-lekas menancapkan pusakaku ini kedalam liang vaginanya yang sudah basah itu. Tapi.. yang kutakutkan terjadi, Ine menahan tubuhku dan mendorong perlahan sembari menutupi tubuhnya dengan selimut. Sirna sudah wajah mupeng yang kulihat tadi berganti ekspresi kecewa. “Jack! Aku kan sudah bilang dulu kalau aku nggak mau melakukannya denganmu kalau kamu belum disunat, you have to be circumcised first!” Teriaknya. Waduh, batinku, gimana kalo penghuni kamar sebelah mendengar? Bakal ketahuan kalo aku belum sunat.. aaargh. Tapi yang lebih dari itu, aku memang merasa bahwa aku sudah bersalah kepada Ine. Juniorku pun tidak lagi tegang, namun mengendur dan semakin mengendur.

“Tapi Ne, apa kamu nggak ngerti? Aku kan malu. Apalagi sunatnya di Indonesia, the culture here is way different. Aku akan kelihatan aneh.. bahkan sangat aneh.” Jawabku.
“Aku ngerti, aku bisa mengerti kalau kamu malu. Tapi… kamu sudah bohong sama aku Jack.” Kata Ine lirih, airmata mulai membasahi pipinya.
Waduh, aku benar-benar merasa sangat bersalah. Aku mencoba menghiburnya, namun kali ini menjadi lebih susah dari biasanya.
“Ok, aku akan maafin kamu, but you have to promise. Kamu akan bener-bener sunat kali ini!” Kata Ine.
“Baiklah, aku akan sunat, minggu depan, ok?” Jawabku.
“No! Sekarang, hari ini atau aku akan pikir-pikir lagi soal rencana pernikahan kita.” Jawab Ine tegas.

Akhirnya aku mengiyakan permintaannya, daripada tidak jadi menikah. Wah, jangan deh. Lebih baik menahan malu sebentar. Kami berdua kembali berpakaian dan Ine kuminta untuk cuci muka agar tidak terlihat bawa dia habis menangis. Kan gawat kalau ketahuan sama calon mertua.
“Kamu kan takut disunat, jadi aku akan menemani kamu.” Kata Ine. Tapi aku menampik tawarannya karena, dia tampak shock dan lelah. Jelas bahwa dia perlu istirahat. Jadilah aku mengantarnya pulang. Ketika sampai di depan rumahnya dia bertanya. “Tapi bagaimana aku tahu kalau kamu bener-bener sunat hari ini?” Aku menjawab “besok kan bisa kamu lihat sendiri, pasti akan ketahuan kalau aku bohong lagi.” Ine menyetujuinya dan aku pun berangkat sendiri mencari dokter yang melayani jasa penyunatan.

Setelah berputar putar keliling kota. Akhirnya kutemukan juga tempat praktek sunat. Hati-hati aku masuk kedalam dan, terjadilah yang kutakutkan. Terlihat banyak anak kecil yang antre untuk disunat. Aargh.. tidaak. Rasa malu kembali mengalahkan logika. Sehingga aku pun ngacir pergi dari tempat itu dan bertekad untuk mencari tempat lain saja. Namun keadaan semakin sulit karena kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 19.00. Waduh, bisa batal ini, dan Ine pasti marah lagi padaku besok, kenapa tadi aku tidak sunat saja ditempat yang banyak anak kecil itu, kataku dalam hati. Jam menunjukkan pukul 19.30 aku melihat papan nama sebuah klinik yang melayani penyunatan.
Kali ini aku sudah bertekad untuk tidak akan lari apapun yang terjadi, ini demi rasa sayangku pada Ine, aku tidak mau mengecewakannya lagi. Dengan jantung berdegup kencang, kudorong pintu kaca depan klinik dan.. thank god, tidakada orang. Hanya ada seorang perawat, yang menurutku lumayan cantik, beranjak menyambutku dan menanyakan keperluanku dengan ramah. Aku menjawab “Emm, benar disini bisa sunat suster?”
“Oh betul sekali bapak. Nah, dimana anaknya yang mau disunat pak?” Tanya suster itu.
Waduh, sialan, pertanyaan yang aku sangat tidak suka. Terlebih lagi untuk menjelaskan. “Engg, sebenarnya…. sebenarnya..” Aku merasa tidak sanggup mengucapkannya, ingin rasanya lari lagi namun bayangan Ine yang menangis tiba-tiba terlintas di benakku sehingga aku memutuskan untuk menjawabnya. Ah terserah sajalah kata orang, batinku. “Sebenarnya saya yang mau sunat sus..” There, selesai sudah, aku sudah berhasil mengatakannya. Rasanya seperti beban 100kg sudah terangkat dari pundakku.

Suster itu agak terkejut mendengarnya, yang membuatku lega, dia tidak menertawakanku seperti bayanganku semula. Tidak lama kemudian dia masuk kedalam untuk menemui dokternya, lalu kembali lagi kedepan menemuiku dan berkata “Baik pak, dokternya sudah siap, silahkan masuk.”

Akupun masuk kedalam ruang praktek dan.. aku kembali terkejut karena dokternya seorang wanita. Wah, masak aku mesti buka-bukaan didepan cewek selain Ine. Tetapi pikiran itu semakin memudar melihat sosok dokter itu yang cantik, sangat cantik bahkan. Kalau kutaksir kira-kira umurnya baru 23 mungkin 24, pastilah baru lulus dan buka praktek batinku, ukuran dadanya… tidak terlalu kelihatan karena ia memakai jubah khas dokter yang putih.
“Eee, dokter yang nanti……” Kata-kataku terputus. “Ya betul mas, saya yang akan menyunat anda.” Katanya sambil tersenyum ramah. Kemudian dokter itu memintaku untuk melepas celana berikut celana dalamku. Wah, aku degdegan juga karena harus mengekspos bagian pribadiku dihadapan lawan jenis yang tidak kukenal. Perlahan tapi pasti, celana jeansku beserta celana dalamku sudah terlepas sehingga kemaluanku kini gandul-gandul dihadapan dokter tersebut. Dokter itu sendiri tidak terlalu memperhatikan karena sibuk menyiapkan peralatannya. Baru kemudian ia memandang penisku ***** Entah apa yang ada dibenaknya karena kurasa, biasanya dia menyunat anak-anak, sekarang dia dihadapkan pada penis pria dewasa.

Dokter wanita itu memintaku duduk di atas meja periksa dan kemudian dia memakai sarung tangan lateks. Barulah kemudian kedua tangan dokter itu menuju ke arah alat kelaminku. Waduh, aku kembali dagdigdug. Kemaluanku ini kan bukan punyanya anak kecil. So, kalau dipegang-pegang, apalagi oleh lawan jenis, pasti bakalan bangkit dari tidurnya. Benar saja, sewaktu dokter itu memegang batang penisku, si junior langsung bangun dan mengembang dengan cepat menuju ukuran maksimalnya, 18cm. dokter itu terlihat terkejut sekali, entah itu terkejut karena adikku tiba-tiba bangun, atau terkejut karena ukuran adikku yang lumayan besar. “Eeh, maaf ya dok, *****.. spontan soalnya.” Kataku dengan senyum yang kecut. “Oo, ee. nggak apa-apa kok.” Dokter itu sepertinya juga salah tingkah, mukanya memerah. Melihat itu, pikiran jorokku mulai bermain. Bagaimana kalau dokter cantik ini kusuruh melakukan handjob. Tentu ia kaget waktu tadi tahu pasiennya adalah pria dewasa. Nah, kalau kubilang bahwa aku tidak tahu cara mengecilkan kembali penisku ini kemungkinan ia akan percaya, apalagi hingga sebesar ini aku belum disunat.

“Mmmm, tapi saya tidak bisa mengkhitan kalau sedang…. beg*****” Kata dokter itu padaku sambil sesekali memandang penis tegangku. “Lebih baik mas.. ee.. keluarkan dulu di kamar mandi baru kita lanjutkan.” Tambah dokter itu lagi. Akupun mulai aksi pura-pura bego, “keluarkan? Maksudnya apa dok? Saya kan lagi nggak kebelet pipis.” Jawabku dengan memasang tampang yang sebego mungkin. “Ee.. bukan pipis maksud saya. Maksudnya mas.. ee.. masturbasi dulu.” Jawab dokter itu gugup. Nah, umpanku mulai kena, batinku. “Mas.. apa dok, saya nggak ngerti. Setahu saya kalau lagi begini ya didiamkan aja, ntar juga kecil lagi. Kalau pagi-pagi bangun juga gitu dok, saya diemin aja.” Jawabku bego dengan penis yang tetap mengacung. “Memang caranya bagaimana dok?” Pancingku. “Ee.. ya, mas .. ngg.. kocok itunya, nanti kalau sudah keluar, pasti mengecil.” Jawab dokter itu dengan muka yang kian memerah. Hatiku semakin girang, pasti ia percaya kalau aku tidak tahu apa-apa tentang ***** “Bagaimana dok? Aduhh, saya nggak ngerti. Atau, dokter aja deh yang keluarkan. Saya takut soalnya saya bener-bener nggak ngerti soal *****” Tambahku. Dokter itu tampak terperanjat dengan jawaban polosku tadi. Namun sepertinya ia kehabisan akal untuk mengajariku cara masturbasi, dan ia juga tampak tidak ingin berlama-lama dengan pasien yang satu ***** Akhirnya dokter itu setuju untuk melakukan handjob. Hehehe, berhasil!! Batinku.

Pertama-tama, dokter itu menggenggam batang penisku dengan tangan kirinya yang masih terbungkus sarung tangan lateks. Kemudian ia mulai menggerakkan tangannya naik-turun. Ohh, gila, rasanya enak sekali. Apalagi kemudian dokter itu memainkan kedua buah zakarku dengan tangan kanannya yang, tentunya, juga masih bersarung tangan. Lalu, tangan kanannya digunakan untuk merangsang bagian sensitif penis pria, yaitu daerah dibawah kepala penis. Ahh, rasanya semakin nikmat, aku terkadang sampai memejamkan mataku untuk menikmati sensasinya. Tidak seberapa lama, cairan pelumas (cairan yang keluar jika pria terangsang) mulai menetes dari lubang kencingku. Dokter itu menadahinya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya yang mendapat giliran mengocok batang penisku. Setelah seluruh cairan pelumas keluar.

Tangan kanannya behenti mengocok penisku dan tangan kirinya yang ada tetesan cairan tadi dipakai untuk mengocok batang penisku. Woow, sensasinya bebeda karena lebih licin rasanya. Nafasku mulai memburu, perjalanan menuju puncak sudah mencapai tengahnya. Dokter itu tidak mengurangi ritme kocokannya melainkan malah mempercepatnya, aah rasanya enak sekali apalagi karena ada cairan tadi. Lima menit kemudian aku sudah tidak tahan lagi, sedikit lagi sudah mencapai orgasme. “Aaaaaaa.. aaa.” pekikku. Dan sedetik kemudian “Aaahh… hhh… hhh.” Muntahlah spermaku ke lantai tempat praktek itu, sebagian mengenai pakaian dokter itu. Lega dan senang sekali rasanya, apalagi karena dokter cantik ini bersedia memberiku handjob, hehehe. Singkat cerita, akhirnya aku disunat juga, entah memakai metode apa, dan dokter itu bilang bahwa lukanya akan sembuh dalam waktu dua minggu. Sebelum pergi, aku menanyakan nama dokter itu, ternyata namanya Ika. Ternyata lagi, aku salah mengira, umurnya ternyata 27. Heh, dua tahun lebih tua dariku, tapi kok kelihatannya masih sangat muda, pastilah ia pandai merawat kecantikannya. Aku juga bertanya apakah aku bisa datang kembali ke klinik itu untuk memeriksakan juniorku dua minggu lagi.

Dalam waktu dua minggu itu pula aku berencana agar bisa melakukan yang lebih. I mean, dokter ini sudah mau handjob, bagaimana kalau aku bisa mendapatkan yang lebih dari itu. Dalam dua minggu itu pula, aku menolak ajakan Ine untuk melanjutkan ‘hidangan utama’ yang belum sempat dinikmati di hotel dulu. Aku bilang kepadanya bahwa penyembuhannya makan waktu satu bulan setengah dan bahwa sebaiknya kami melakukannya setelah menikah saja. Untung si Ine mau mengerti dan tidak ngambek lagi. (Lagi lagi lagi) singkat cerita, dua minggu telah berlalu. Aku menunggu lagi satu hari untuk memastikan bahwa juniorku ini sudah siap tempur. Hari yang ditunggu tibalah juga, aku berangkat kembali ke klinik itu pada jam yang serupa dengan terakhir kali aku ke sana. Harapanku, tidak ada pasien yang mengantre. Dan… betul juga, hanya ada satu orang pasien anak-anak dan bapaknya yang baru saja pergi meninggalkan klinik itu.

Aku menemui suster yang jaga. “E… bisa saya bertemu dengan dokter Ika? Saya sudah bikin janji dua mingu yang lalu.” Tanyaku. Suster itu kemudian menuju ke ruang praktek dan tidak seberapa lama kemudian kembali dan mempersilakanku masuk. Aku akhirnya masuk kedalam ruang praktek. Dokter Ika menanyakan apakah ada keluhan pada kemaluanku. Aku menjawab bahwa tidak ada keluhan dan tidak terasa sakit. Dokter Ika kemudian menyatakan bahwa aku sudah sepenuhnya sembuh. “Ehh, tapi dok. Beg*****. Saya, dalam waktu dekat ini akan menikah. Engg, saya kan tidak tahu apakah anu saya akan normal saja pas malam pertama.” Pertanyaan yang ngarang dan ngaco. “Begini saja mas, mas coba saja masturbasi dulu, kalau tidak sakit kemungkinan tidak akan sakit waktu dipakai berhubungan badan.” Jawab dokter Ika dengan wajah yang sedikit memerah. Mungkin karena mengingat yang tejadi dua minggu yang lalu. Aku kembali mencari akal agar dia mau kuajak yang tidak-tidak. “Mmm, saya masih takut dokter, bagaimana kalau nanti lukanya kambuh.

Aduuuh, saya takut.” Jawabku beralasan. “Emm.. gimana kalau dokter aja yang….” Tambahku. Ika hanya terdiam. Aku tidak ingin ia menjawab tidak sesuai keinginanku, jadi aku langsung berjalan menuju meja periksa dan melepas bawahanku sehingga bagian bawah tubuhku kini sudah tanpa sehelai benangpun. Sesuai dugaanku, Ika terpaksa harus menuruti kemauanku. Iapun menuju meja periksa dan kemudian langsung menggenggam batang penisku, tapi kali ini tanpa sarung tangan, wow. Menerima sentuhan dari tangan wanita, kontan penisku mengeliat dan bangun dari tidurnya. Dokter Ika kemudian tampak tertegun, memang, setelah disunat juniorku tampak lebih garang. Ika kemudian memeriksa bagian leher penis dan menyentuh-nyentuh disekeliling diameternya untuk memastikan bahwa aku tidak merasakan sakit. Kemudian ia mulai mengocok penisku. Ahh, memang enak sekali kalau disentuh oleh lawan jenis. Kocokan tangannya mulai dipercepat, pasti tujuannya supaya aku cepat keluar dan cepat pergi dari s***** Aku tahu itu, tapi aku tidak akan membiarkannya terjadi.

Saat ini posisiku duduk diatas meja periksa sementara Ika duduk di kursi yang dihadapkan ke meja periksa itu sehingga posisinya agak lebih rendah dariku. Akupun menggerakkan tanganku menuju payudaranya yang terbalut jubah dokter dan kemeja hitam. Tanpa basa basi, kuremas kedua payudaranya. Ikapun terkejut dan melepaskan genggaman tangannya dari penisku. Kemudian kedua tangannya disilangkan diatas dadanya. “Mas, apa-apaan sih.. emph!” Sebelum banyak berkata-kata, kulumat dan kuhisap-hisap mulutnya. Kedua tangan Ika mencoba mendorongku, tapi tidak cukup kuat untuk melakukannya. Dengan tangan kiriku, kuremas sebelah payudaranya. Sementara tangan kananku, meremas-remas bongkahan pantatnya dari luar rok kain berwarna hitam yang dikenakan Ika. “Emmm… mmmhhh.” Hanya itu yang terlontar keluar dari bibir Ika yang sedang kucium dengan ganas. Perlahan kucoba memasukkan lidahku kedalam mulutnya dan bermain-main dengan lidahnya, mungkin karenasudah terangsang, Ika membalas pemainan lidahku, lidahnya juga dimasukkan kedalam mulutku dan akupun langsung menghisap-hisapnya. Jemari tanganku mulai bergerak lincah membuka satu demi satu kancing kemeja Ika. Dan, aku tidak measakan penolakan darinya, berarti keadaan sudah benar-benar aman nih, hehehe.

Akupun melepaskan ciumanku dan Ika tampak terengah-engah. Setelah kubuka semua kancing kemejanya segera kulepas kemeja dan jubah dokternya, kemudian menyusul bra putih yang dikenakannya. Wow, ternyata payudara dokter ini cukup sekal, kira-kira seukuran dengan punya Ine. Kedua payudara Ika juga terlihat masih tegak dan menantang. Tanpa buang-buang waktu, aku langsung mengulum sebelah puting susu Ika sementara yang satunya lagi aku mainkan dengan tanganku. “Ahh, ssshh.. mmmhh.” Desah Ika. Tangan kananku yang bebas begerilya kebelakang dan bergerak kebawah, melepas pengait dan resleting rok Ika. Begitu sudah terbuka, rok hitam itupun meluncur bebas kebawah. Tangan kanankupun leluasa meremas-remas pantat Ika yang terbungkus celana dalam warna putih. Perlahan jemari tanganku kususupkan ke kemaluannya yang ternyata sudah basah. Ok, tidak perlu menunggu lagi, segera kuturunkan celana dalam itu sehingga Ika kini benar-benar telanjang bulat. Segera kuangkat tubuhnya dan kubaringkan diatas meja periksa.

Aku membuka kaosku sehingga kini aku dan Ika sama-sama telanjang bulat. Kukangkangkan kakinya lalu segera kuarahkan batang penisku yang sudah tegang sekali menuju liang vaginanya. Kugesek-gesekkan terlebih dahulu di permukaan vaginanya. Lalu, bless, batang penisku melesak dalam di vagina Ika. “Aaa… masss.. pe.. lan.” Desah Ika. Kudiamkan terlebih dahulu penisku. Setelah beberapa saat, barulah kugerakkan maju mundur diiringi dengan desahan Ika, si dokter cantik itu. Plok, plok! Suara pahaku yang bertemu dengan pangkal paha Ika.

Sambil bersenggama, tanganku meremas-remas payudaranya dan terkadang memilin-milin putingnya, sementara bibirku berulang kali menciumi bibir, pipi dan leher Ika. Sepuluh menit berselang, nafas Ika semakin memburu dan tidak lama kemudian, “Aa.. ahhh… aaahhh!” Ika mencapai orgasme. Kedua matanya dipejamkan. Keringat deras membasahi tubuhnya. Kudiamkan sejenak dan kubiarkan Ika menikmati orgasmenya. Lalu kubalikkan badannya dan kumasukkan lagi penisku dalam posisi doggy style. Kusodokkan penisku pelahan, namun kian lama kian cepat. “Ahhh, mass… ahh.. ach.. enak mass!!” Racau Ika. Sekitar lima belas menit kami bercinta dalam posisi ini, Ika kembali orgasme. “Achh.. mass.. aku keluar, ahh, aaaaaa!” Kubalikkan lagi badannya dan kupompa terus karena aku juga merasakan gelombang orgasme kian mendekat. Kupacu dan kupecepat sodokanku dan “aaa.. aku mau kel.. luar.” Aku hendak mencabut penisku untuk memuntahkan sperma diatas perutnya, namun kedua kaki Ika tiba tiba dilingkarkan disekeliling pinggangku dan “Ahh… hhh.. hhh!” Semburan demi semburan sperma masuk kedalam rahim Ika. Aku merasakan suasana ini sangat intim. Kudiamkan penisku didalam vagina Ika selama beberapa saat dan kupagut bibirnya lalu kubisikkan thank you di telinganya. Ika hanya tersenyum manis. Sangat manis. Sunguh hari yang sangat indah dan akan selalu kukenang.

Cerita Tante Haus Sex

Cerita sex kali ini tentang seorang istri yang memiliki suami kebetulan lebih tua darinya, namanya Lina, mungkin tak pantas di panggil istri bejat, karena sebenarnya dia jauh dari kesan genit dan binal, hanya saja karena dia haus seks maka kita kategorikan sebagai istri bejat, Inilah cerita sex selengkapnya dimana Lina memanfaatkan rumah kosongnya untuk bercinta dengan karyawan suaminya….

Malam itu Lina terlihat sedang menonton TV diruangan keluarga dengan hanya mengenakan daster warna putih berbahan satin, Lina terlihat cantik dan adult mengenakan daster itu, belahan payudaranya yang putih dan mulus terlihat jelas sekali karena daster satu talinya itu berbentuk V, sementara dibalik dasternya Lina tidak mengenakan BH dan CD, kedua putingnya yang berwana merah mudapun terlihat menonjol di dasternya itu sementara bayangan hitam yang tipis diselangkangannya terbayang dengan jelas.

Lina memang masih muda umurnya sekarang ini baru 30tahun, dia menikah dengan suaminya pada saat ia berumur 20, sementara suaminya seorang duda beranak satu berumur 40 tahun. Anak tirinya Doni sekarang ini berumur 18 tahun. Sampai saat ini Lina belum dapat memberikan keturunan kepada suaminya, mungkin ini yang membuat tubuh Lina tetap adult terutama kedua buah payudaranya yang masih kencang.

Hari ini suaminya memang pulang terlambat karena harus menjamu tamunya dan Doni sendiri menginap dirumah temannya, saat ini Lina sendirian dirumah.

Malam semakin larut, hawa dingin karena hujan dan kesepian tanpa ada yang menemani ngobrol membuat Lina mulai mengantuk, tanpa terasa Lina mulai tertidur diatas sofa.

Jam didinding mulai menunjukkan tepat jam 1, sementara Lina yang terlelap dalam tidurnya tidak menyadari daster yang menutupi tubuhnya sudah tidak menutupi tubuhnya secara sempurna, tali dasternya sudah tidak dipundaknya melainkan sudah berada ditangannya, ini membuat kedua payudaranya terlihat dengan jelas, sementara dibagian bawah sudah terangkat sehingga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitampun terlihat dengan jelas.

Saat itu diluar Nampak sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Lina, dari dalam mobil turun seorang pemuda berbadan atletis, pemuda ini kemudian membuka pintu belakang mobil, si pemudapun terlihat memasukkan setengah badannya kedalam mobil, selang tak absolutist si pemuda dengan agak setengah menyeret membantu keluar seorang pria setengah baya dalam kondisi mabuk sekali, setelah pria setengah baya itu berada diluar mobil, pemuda itu mulai memapah pria tersebut kearah pintu rumah Lina sambil tak lupa menutup pintu mobil dan menguncinya.

Sampai didepan pintu, pemuda itu mengeluarkan kunci pintu dan membuka pintu itu sambil tetap memapah pria tersebut, sesampainya didalam pemuda itu tak lupa menutup pintu rumah dan menguncinya kembali, kemudian pemuda itu memapah pria tersebut menuju kamar tidur, saat berjalan menuju kamar tidur pemuda itu menghentikan langkahnya diruangan keluarga, matanya terbelalak melihat pemandangan yang membangkitkan birahi, dia melihat kedua payudara Lina yang putih dan mulus juga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitam, melihat itu semua sipemudapun menelan air liurnya berkali-kali sementara, bagian bawah tubuhnya perlahan-lahan mulai begrerak.

Tanpa membuang waktu lagi pemuda itu dengan cepat memapah tubuh bossnya yang mabuk berat kearah kamar tidur, yang memang tidak terlalu berjauhan dengan ruang keluarga, setelah merabhkan tubuh bossnya dan membuka sepatunya, pemuda itu keluar dari ruang tidur dan menutup pintunya, kemudian dia kembali menuju keruangan keluarga dimana Lina masih terlelap dalam tidurnya, sesampainya didepan Lina tanpa membuang waktu lagi pemuda itu mulai melepaskan baju, sepatu, celana dan celana dalamnya, sehingga tubuh atletisnya tidak mengenakan sehelai benangpun. Tampak tongkol pemuda itu sudah berdiri dengan tegak sekali.

Perlahan-lahan pemuda itu mulai duduk disamping Lina, kedua tangannya mulai meremas-remas kedua payudara Lina, dengan penuh nafsu pemuda itu mulai menjilati putting susu Lina dan kadang-kadang ditimpali dengan hisapan-hisapan, mulut bekerja tanganpun tidak mau ketinggalan, tangan yang satu meremas-remas payudara Lina, dan yang satunya mulai mengelus-elus lembah kenikmatan Lina, saat tangannya mulai menyentuh vagina Lina, dia merasakan Vagina Lina sudah basah, nampaknya Lina sedang bermimpi dient*t, kemudian pemuda itu mulai memasukkan jari tengahnya kedalam lubang Lina yang sudah basah itu, dengan gerakan perlahan-lahan dikeluar masukkan jarinya itu dimemiaw Lina. Seluruh aksinya itu membuat Lina mulai mendesah keenakan, entah karena akibat aksi sipemuda atau karena dia sedang menikmati mimpinya.

Setelah merasakan memiaw Lina semakin basah pemuda itu kemudian mengeluarkan jari tangannya, lalu ia mulai mengangkangkan kedua kaki Lina dan mengarahkan tongkolnya kememiaw Lina, dengan perlahan-lahan sipemuda mulai mendesakkan tongkolnya kelubang memiaw Lina, sipemuda tidak mau terburu-buru memasukkan tongkolnya dia takut Lina terbangun, perlahan-lahan batang tongkol sipemuda mulai masuk kedalam lubang memiaw Lina, ia merasakan memiaw Lina sangat sempit sekali, nampaknya memiaw Lina jarang dipakai atau kemaluan suaminya kecil sehingga lubang memiaw Lina masih sempit, sedikit demi sedikit tongkolnya mulai terbenam dilubang memiaw Lina, dengan gerakan perlahan sipemuda mulai menurunkan tubuhnya sehingga posisinya mulai menindih tubuh Lina dan kedua tangannya mulai diselipkan ketubuh Lina.

Sambil memeluk tubuh Lina dengan cukup erat dan bibirnya mulai mengulum bibir Lina, sipemuda membenamkan tongkolnya dalam-dalam kedalam lubang memiaw Lina, akibat gerakan itu Lina tersentak dan terbangun dari tidurnya, matanya terbelalak saat melihat wajah sipemuda, tapi Lina tidak bisa berteriak karena mulutnya sedang dilumat oleh sipemuda, Lina merasakan bukan hanya mulutnya saja yand sedang dilumat tapi memiawnya pun sedang disumpal oleh tongkol sipemuda ini, dan Lina mulai merasakan sipemuda menggerakkan tongkolnya dilubang memiawnya.

Bless…sleep…bleess…sleppp…bleess….sleeeppp..

Terlihat Mata Lina yang tadinya terbelalak karena kaget perlahan-lahan mulai meredup sayu, nampaknya Lina mulai merasakan kenikmatan dient*t oleh sipemuda, Lina mengenali sipemuda sebagai Andi salah seorang bawahan suaminya, yang dia tidak mengerti bagaimana Andi bisa masuk kedalam rumahnya dan bagaimana Andi bisa dengan bebasnya memasukkan tongkolnya kedalam lubang memiawnya, tetapi Lina tidak mau berpikir banyak tentang hal itu yang ada dalam benaknya sekarang ini adalah menikmati sodokan tongkol Andi.

“hmmhh….hhhmmmhhh….hhmmmhhhh�? terdengar desahan dari mulut Lina yang masih dilumat oleh Andi, karena AndI takut kalau ia lepaskan lumatannya Lina akan berteriak.

Mata Lina mulai merem melek menikmati sodokan-sodokan tongkol Andi yang besar kalau dibandingkan dengan suaminya, melihat Lina mulai menikmati ent*tannya Andi mulai berani melepaskan lumatan dibibir Lina dan mulai menjilati leher dan telinga Lina, aksinya ini semakin membuat desahan-desahan Lina semakin menjadi.

“Ouuhhh……ssshhhhh…..aaahhhhh….Annddiiii…..kontoool llmuuuu…eenaakk sekali dan besar sshhhh…aaahhhh…�? Lina mendesah kenikmatan menikmati ent*tan Andi.

“Hmmhhhh…..slrrppp…..hmmmm….memiaw ibu juga eenaaakkk…oohhhh….sslrrpppp….seempiitt sekali … ooohhhh….slllrrpppp…..�? Andi melenguh keenakan merasakan memiaw Lina yang masih sempit sambil tetap menghisap-hisap payudara Lina.

Lina merasakan kenikmatan duniawi yang belum pernah ia alami sebelumnya, selama pernikahannya dengan suaminya belum pernah dia merasakan nikmatnya dient*t, selama ini suaminya selalu mencapai kepuasan terlebih dahulu, sementara ia sendiri belum mencapai kepuasan, jangankan untuk mencapai klimaks, untuk merasakan keenakan saja Lina belum pernah merasakannya, berbeda dengan saat ini saat memiawnya disodok-sodok oleh tongkol Andi yang memang dalam ukuran saja lebih besar dan lebih panjang dari punya suaminya, apalagi Andi masih muda.

Kedua insan ini sudah tidak ingat apa-apa lagi selain menikmati persetubuhan mereka yang semakin menggila, Andi semakin cepat mengeluar masukkan tongkolnya didalam lubang memiaw Lina yang semakin basah, sementara Lina sendiri dengan semangat 45 menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan Andi, keringat sudah mengalir dari kedua tubuh mereka.

“Ouughhh … Andi ….teruussss….ooughhh… enaaakkkk….sekaalliii….oughhhh….tekaaaann yang dalam, Oughhh….puaskaannn…akuuuu…..yaaahhh,…aaaahhhh�?. Lenguhan Lina semakin menjadi.

Andi mengikuti kemauan Lina dengan menekan lebih dalam tongkolnya dilubang memiaw Lina, ia merasakan ujung kepala tongkolnya menyentuh bagian batten dalam memiaw Lina.

“Aaagghhh…akuuu..sudah tidak tahan laaagiiii…ouugghhhh…Anddiiiiii……aku mau keluar…ough enaaaaakkkk sekali tongkollmuuuu…..aaaagghhhhhh…..Andi ….akuuu…keluaaarrrrr……… aaaaghhhhhhh.�? Lina mengerang.

Srrr…..cccreeet….ssssrrrrr…….. akhirnya Lina mencapai puncak kenikmatannya, tubuhnya mengejang saat ia mencapai kepuasannya, vaginanya berdenyut-denyut saat mengeluarkan lahar kenikmatannya, Andi sendiri merasakan vagina Lina seperti meremas-remas tongkolnya, Andipun lalu menekan lebih dalam tongkolnya dan membiarkan tongkolnya terbenam sebentar didalam lubang memiaw Lina.

Lina memeluk erat-erat Andi, sementara kakinya ia kaitkan dengan erat dibelakang pinggul Andi, sehingga tongkolnya Andi semakin terbenam dimemiawnya, beberapa saat kemudian Lina melepaskan pelukan dan kaitan kakinya ditubuh Andi, sementara diwajahnya terpancar kepuasan.

“Andi kamu betul-betul hebat, selama ini belum pernah saya mengalami nikmatnya mengent*t,�? Lina berbisik ditelinga Andi.

“Saya juga merasa enak ngent*tt ibu, memiaw ibu sangat sempit. “ Andi menimpali bisikan Lina, sambil dengan perlahan-lahan mulai memaju mundurkan lagi tongkolnya.

“Hmmm…aahh..kamu belum keluar.�? Lina bertanya, karena ia merasakan tongkol Andi masih keras. “Hmm..aku pikir kamu sudah selesai�?.

“Belum, ibu masih mau lagi?�? tanya Andi.

“Hmmm…memang kamu bisa buat aku puas lagi.�? Lina balik bertanya.

“He..he..kita coba saja, apa saya bisa buat ibu puas lagi atau tidak.�? Jawab Andi sambil mulai mempercepat gerakannya, sementara tangannya mulai meremas-remas kedua bukit payudara Lina.

“Kita tukar posisi, biar aku yang menggenjot tongkolmu, sekarang kamu duduk.�? Lina menimpalinya, karena ia sendiri tidak mau membuang kesempatan ini.

Andi kemudian menarik tubuh Lina tanpa melepaskan tongkolnya dari lubang memiaw Lina, dengan sedikit berputar Andipun lalu duduk disofa, sementara posisi Lina sekarang sudah dipangkuannya, dengan posisi ini Andi lebih leluasa untuk bermain di susunya Lina, kedua tangannya dengan penuh nafsu meremas-remas kedua bukit kembar Lina, mulutnyapun ikutan beraksi, kedua putting susu Lina bergiliran dijilati dan dikulum serta dihisap-hisap oleh Lina, aksi Andi ini perlahan-lahan mulai membangkitkan kembali birahi Lina, dengan perlahan-lahan Lina mulai menaikturunkan pinggulnya, gesekan-gesekan tongkol Andi didinding memiawnya membuat birahinya kembali memuncak dengan cepat.

“Ouuughhh….Andiiiii……hiisaaaapppp….tteeeteeekkku…. .ooughhhh…yyaaachhh….begitu… aaaghhhh… tongkolmu enak sekaaaliii…�? Lina mengerang sambil mempercepat gerakan naik turunnya.

“Klo mau keluar kamuuuuu….kkassiih…tahuuu…yaachhhh…..�? Lina berbisik di telinga Andi.

“Hmmhhh…ssslllrpppp…..hhmmmmhh….ok…..aaaagghhhhh., …….�? Andi menjawab sambil tetap menghisap-hisap tetek Lina.

Sleeppp…..blesss…sleeppp….bleesss….slleeepppp….ble essss….. kon**l Andi terlihat keluar masuk dalam lubang memiaw Lina dengan cepatnya, karena Lina pinggul Lina naik turun dengan cepat.

Lina betul-betul menikmati persetubuhannya ini, gerakkannya semakin cepat dan semakin tak beraturan, lenguhan-lenguhan kenikmatan mereka berduapun semakin kerap terdengar, menikmati persetubuhan ini mereka berdua lupa dengan cachet mereka, dalam pikiran mereka hanya satu bagaimana mencapai kepuasan persetubuhan ini.

“Ouughhh…Andiiiiii……akkuuuu….mauuuuu,……keellluuaaa rrr…lagi…oooohhhhh….aaaagghhh enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii…..kon**lmuuuu…�? Lina mengerang saat ia merasa bahwa ia akan mencapai lagi puncak kenikmatannya.

Sementara itu Andi juga merasa bahwa ia akan mencapai puncak kenikmatannya, Andipun membantu Lina yang akan mencapai puncak kenikmatannya dengan memegang pinggul Lina dan membantu menggerakkan pinggul Lina naik turun dengan cepat.

“Ouuughhhhh…Buuu….aaakkkuuuu jugaaa…mau kelluaaaarrr…..aaaagghhhhhh….. memiaw ibuuuu… enaaakkk sekaaalliiiii……ooougghhhh….buuuu…aku gak taaahhaaannn…laagi.�? Andipun mengerang merasakan puncak orgasmenya yang sudah diujung kepala kon**lnya.

Creeetttt….creeeettt….sssrrr…..ccreeettt……..

tongkol Andi menyemprotkan airmaninya didalam lubang memiaw Lina, berbarengan dengan memiaw Lina menyemprotkan lahar kenikmatannya, Lina merasakan hangatnya sperma Andi didinding lubang memiawnya, sementara Andi merasakan hangat dibatang tongkolnya karena disiram oleh lahar kenikmatan Lina.

Keduanya berpelukan dengan erat menikmati saat-saat terakhir puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka, kedua bibir mereka berpagutan dengan mesra, Lina sendiri dengan perlahan-lahan menggoyangkan pinggulnya menikmati sisa-sisa kenikmatan dari tongkol Andi.

Tak absolutist berselang Lina beranjak dari pangkuan Andi, dari lubang memiawnya terlihat cairan putih mulai mengalir perlahan, sementara tongkol Andi yang mulai mengkerut tampak mengkilat karena cairan kenikmatan Lina, keduanya kemudian beranjak menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah membersihkan diri keduanya kembali keruangan keluarga dan mulai mengenakan pakaian mereka, lalu Andi berpamitan pulang, ditimpali oleh Lina dengan kecupan mesra dibibirnya, dan bisikan mesra ditelinganya, “ Terimakasih yach, atas malam yang indah ini�?

Dibalas oleh Andi dengan senyuman dan kata-kata yang menggoda,�? Kalau ibu ingin kenikmatan lagi, hubungi saya saja�?

Linapun tersenyum atas godaan Andi ini,�? Pasti, “

Setelah Andi pulang, Lina menuju kamar tidurnya, malam ini Lina tidur dengan lelap dimulutnya terukir senyum kepuasan.

Demikian kisah singkat cerita sex tante Lina dengan karyawannya yang membuat birahi memuncak hingga ke ubun2

Menyetubuhi Adikku Dan Mamaku

Teringat diriku pada saat 19 tahun yang lalu saat pertama kalinya aku merasakan nikmatnya seks. Saat itu usiaku 11 tahun dan masih duduk di kelas 6 SD. Dan orang-orang pertama yang menjadi pemuas nafsuku adalah Mama dan adikku sendiri.

Sudah sejak berumur 7 atau 8 tahun aku mempunyai keingintahuan dan hasrat yang kuat akan seks. Secara sembunyi-sembunyi aku sering membaca majalah dewasa milik orang tuaku. Biasanya hal itu kulakukan saat sebelum berangkat sekolah dan orang tuaku tidak di rumah. Saat membaca majalah tersebut aku juga beronani untuk memuaskan hasratku.

Pada saat usiaku 10 tahun, hasratku akan pemuasan seks semakin besar, maklum saat itu adalah masa puber. Frekuensiku melakukan onani juga semakin sering, dalam sehari bisa sampai 4 kali. Dan setiap hari minimal 1 kali pasti aku lakukan.

Pada suatu sore ketika aku duduk di kelas 6 SD, saat itu tidak ada seorang pun di rumah. Papa sedang bertugas keluar kota, sedangkan Mama dan adikku sedang mengikuti suatu kegiatan sejak pagi. Aku gunakan kesempatan tersebut untuk menonton blue film milik orang tuaku. Sejak pagi sudah 3 film aku putar dan sudah 4 kali aku melakukan onani. Namun hasratku masih juga begitu besar.

Ada adegan yang sangat aku sukai dan aku sering berkhayal bahwa aku menjadi pemeran pria dalam film itu. Adegan itu adalah saat seorang pria sedang berbaring sementara wanita pertama duduk di atas penis sang pria sambil menggoyangkan pinggulnya dan wanita kedua duduk tepat di atas mukanya sementara sang pria dengan lahapnya menjilati vagina wanita kedua tersebut.

Aku segera menurunkan celanaku bersiap melakukan onani sambil menyaksikan adegan favoritku. Di tengah-tengah kegiatanku dan film sedang hot-hotnya, tiba-tiba terdengar suara pintu pagar dibuka. Saat itu menunjukkan pukul 20.00, ternyata Mama dan adikku sudah pulang. Segera aku kenakan celanaku kembali dan mengeluarkan video dari playernya kemudian meletakkannya kembali di tempatnya. Lalu baru aku membukakan pintu untuk mereka.

“Eh Wan, tolong bantu masukkan barang-barang dong”, Mama memintaku membantunya membawa barang-barang.
“Iya Ma. Shin, di sana ngapain aja? Koq sepertinya capek banget sih?”, aku menyapa adikku Sarah.
“Wah, banyak. Pagi setelah aerobik terus jalan lintas alam. Sampai di atas udah siang. Terus sorenya baru turun. Pokoknya capek deh.”, Sarah menjelaskannya dengan bersemangat.

Setelah itu mereka mandi dan makan malam. Sementara aku duduk di ruang keluarga sambil menonton acara TV. Setelah mereka selesai makan malam, adikku langsung menuju ke kamarnya di atas. Mama ikut bergabung denganku menonton TV.

“Wan, ada acara bagus apa aja?”, Mama bertanya padaku.
“Cuma ini yang mendingan, yang lainnya jelek”, aku memberi tahu bahwa hanya acara yang sedang kutonton yang cukup bagus.

Saat itu acaranya adalah film action. Setelah itu ada pembicaraan kecil antara aku dan Mama. Karena lelah, Mama menonton sambil tiduran di atas karpet. Tidak lama sesudah itu Mama rupanya terlelap. Aku tetap menonton. Pada suatu saat, dalam film tersebut ada jalan cerita dimana teman wanita sang jagoan tertangkap dan diperkosa oleh boss penjahat. Spontan saja penisku mengembang. Aku tetap meneruskan menonton.

Ketika film sedang seru-serunya, tanpa sengaja aku menatap Mama yang sedang tertidur dengan posisi telentang dan kaki yang terbentang. Baju tidurnya (daster) tersingkap, sehingga sedikit celana dalamnya terlihat. Tubuhku langsung bergetar karena nafsuku yang tiba-tiba meledak. Tidak pernah terpikir olehku melakukan persetubuhan dengan Mamaku sendiri. Tapi pemandangan ini sungguh menggiurkan. Pada usia 29 tahun, Mama masih terlihat sangat menarik. Dengan kulit kuning, tinggi badan 161 cm, berat badan 60 kg, buah dada 36B ditambah bentuk pinggulnya yang aduhai, ternyata selama ini aku tidak menyadari bahwa sebenarnya Mama sangat menggairahkan.

Selama ini aku benar-benar tidak pernah punya pikiran aneh terhadap Mama. Sekarang sepertinya baru aku tersadar. Nafsu mendorongku untuk menjamah Mama, namun sejenak aku ragu. Bagaimana kalau sampai Mama terbangun. Namun dorongan nafsu memaksaku. Akhirnya aku memberanikan diri setelah sebelumnya aku mengecilkan volume TV agar tidak membangunkan Mama. Aku bergerak mendekati Mama dan mengambil posisi dari arah kaki kanannya. Untuk memastikan agar Mama tidak sampai terbangun, kugerak-gerakkan tangan Mama dan ternyata memang tidak ada reaksi.

Rupanya karena lelah seharian, ia jadi tertidur dengan sangat lelap. Dasternya yang tersingkap, kucoba singkap lebih tinggi lagi sampai perut dan tidak ada kesulitan. Tapi itu belum cukup, aku singkap dasternya lebih tinggi lagi dengan terlebih dahulu aku pindahkan posisi kedua tangannya ke atas. Sekarang kedua buah dadanya dapat terlihat dengan jelas, karena ternyata Mama tidak mengenakan bra. Langsung aku sentuh buah dada kanannya dengan telapak tangan terbuka dan dengan perlahan aku remas. Setelah puas meremasnya, aku hisap bagian putingnya lalu seluruh bagian buah dadanya.

Tiba-tiba Mama mendesah. Aku kaget dan merasa takut kalau-kalau sampai Mama terbangun. Tetapi setelah kutunggu beberapa saat tidak ada reaksi lain darinya. Untuk memastikannya lagi aku meremas buah dada Mama lebih keras dan tetap tidak ada reaksi. Walau masih penasaran dengan bagian dadanya, namun aku takut jika tidak punya cukup waktu. Sekarang sasaran aku arahkan ke vaginanya. Mama mengenakan CD tipis berwarna kuning sehingga masih terlihat bulu kemaluannya.

Aku raba dan aku ciumi vagina Mama, tapi aku tidak puas karena masih terhalang CD-nya. Jadi kuputuskan untuk menurunkan CD-nya sampai seluruh vaginanya terlihat. Namun hal itu tidak dapat kulakukan karena posisi kakinya yang terbentang menyulitkanku untuk menurunkannya. Jadi terpaksa aku rapatkan kakinya sehingga aku bisa menurunkan CD-nya sampai lutut. Tapi akibatnya aku jadi tidak bisa mengeksplorasi vagina Mama dengan leluasa karena kakinya kini merapat. Apakah aku harus melepas semuanya? Tentu akan lebih leluasa, tapi jika Mama sampai terbangun akan berbahaya karena aku tidak akan bisa dengan cepat memakaikannya kembali.

Berhubung nafsuku sudah memburu, maka aku putuskan untuk melepaskannya semua. Lalu aku rentangkan kakinya. Sekarang vagina Mama dapat terlihat dengan jelas. Tidak tahan lagi, langsung aku cium dan jilati vaginanya. Lebih jauh lagi, dengan kedua tangan kubuka bibir-bibir vaginanya dan aku jilati bagian dalamnya. Aku benar-benar semakin bernafsu, ingin rasanya aku telan vagina Mama. Tidak lama setelah aku jilati, vaginanya menjadi basah. Setelah puas mencium dan menjilati bagian vaginanya, penisku sudah tidak tahan untuk dimasukkan ke dalam vagina Mama. Aku kemudian berdiri untuk melepas celanaku. Lalu aku duduk lagi di antara kedua kaki Mama dan aku bentangkan kakinya lebih lebar.

Dengan mengambil posisi duduk dan kedua kakiku dibentangkan untuk menahan kedua kaki Mama, aku arahkan penisku ke lubang vaginanya. Tangan kananku membantu membuka lubang vagina Mama sementara aku dorong penisku perlahan. Aku rasakan penisku memasuki daerah yang basah, hangat dan menjepit. Tubuhku gemetar hebat karena nafsu yang mendesak. Setelah beberapa saat akhirnya seluruh penisku sudah berhasil masuk ke dalam vagina Mama dengan tidak terlalu sulit, mungkin karena Mama sudah melahirkan dua orang anak.

Mulailah kugoyangkan pinggulku maju mundur secara perlahan. Kurasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa. Aku memutuskan untuk memuaskan nafsuku, apa pun yang terjadi. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Dengan semakin bernafsu, aku peluk tubuh Mama dan mengulum dadanya, sementara penisku terus bergerak cepat menggosok vagina Mama. Aku sudah tidak peduli lagi apakah Mama akan terbangun atau tidak, biar pun terbangun aku akan terus menggoyangnya sampai aku puas.

Sungguh nikmat. Bahkan lebih nikmat daripada fantasiku selama ini. Setelah aku berjuang keras selama 6 menit, akhirnya aku sudah tidak tahan lagi hingga aku benamkan penisku dalam-dalam ke vagina Mama. Aku rasakan spermaku mengalir bersamaan dengan sensasi yang luar biasa. Seakan melayang sampai-sampai terasa sakit kepala. Aku biarkan penisku beberapa saat di dalam tubuh Mamaku.

Setelah cukup rileks, aku cabut penisku. Aku puas. Aku tidak menyesal. Aku kenakan kembali celanaku. Sebelum aku kenakan kembali CD-Mama, aku puaskan diri dengan meremas-remas vagina Mama. Setelah itu aku rapikan kembali daster Mama. Aku matikan TV dan naik menuju kamarku di atas. Aku langsung rebahan di atas kasurku. Walau aku merasa lelah tapi aku tidak bisa tidur membayangkan pengalaman ternikmat yang baru saja aku rasakan. Pengalaman seorang anak SD yang baru saja melakukan hubungan seks dengan Mamanya sendiri.

Membayangkan hal tersebut saja membuat nafsuku bangkit kembali. Aku berpikir untuk kembali melakukannya dengan Mama. Aku berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga. Namun di depan kamar Sarah adikku, entah apa yang mengubah pikiranku. Aku berpikir, kalau Mama saja tidur sedemikian lelapnya maka tentu Sarah juga demikian. Apalagi selama ini Sarah kalau sudah tidur sulit sekali untuk dibangunkan.

Perlahan aku buka kamarnya dan aku lihat Sarah tertidur dengan menggunakan selimut. Aku masuk ke kamarnya dan aku tutup lagi pintunya. Seperti yang sudah aku lakukan dengan Mama, aku juga sudah bertekad akan menyetubuhi Sarah adikku sendiri. Walaupun ia bangun aku juga tidak akan peduli.

Lalu aku singkap selimutnya dan aku lepaskan dasternya serta tidak CD-nya. Sekarang Sarah sudah benar-benar bugil. Karena Sarah belum memiliki buah dada, sasaranku langsung ke vaginanya. Vaginanya sungguh mulus karena belum ditumbuhi rambut. Aku rentangkan kakinya lalu aku cium dan jilati vaginanya. Sekali-kali aku gigit perlahan. Lalu aku buka lebar-lebar bibir vaginanya dengan jariku dan kujilati bagian dalamnya.

Setelah puas menciumi vaginanya, aku bersiap untuk menghunjamkan penisku ke dalam vagina Sarah yang masih mulus. Aku rentangkan kakinya dan aku tempatkan melingkar di pinggangku. Aku ingin mengambil posisi yang memungkinkanku dapat menyetubuhi Sarah dengan leluasa.

Lalu kuarahkan penisku ke lubang vaginanya sementara kedua tanganku membantu membuka bibir vaginanya. Aku dorong perlahan namun ternyata tidak semudah aku melakukannya dengan Mama. Vagina Sarah begitu sempit, karena ia masih kecil (saat itu ia baru berusia 9 tahun) dan tentu saja masih perawan. Tapi itu bukan halangan bagiku. Aku terus mendorong penisku dan bagian kepala penisku akhirnya berhasil masuk. Namun untuk lebih jauh sangat sulit.

Nafsuku sudah memuncak tapi masih belum bisa masuk juga hingga membuatku kesal. Karena aku sudah bertekad, maka aku paksakan untuk mendorongnya hingga aku berhasil. Namun tiba-tiba saja Sarah merintih. Aku diam sejenak dan ternyata Sarah tidak bereaksi lebih jauh. Walaupun aku tidak peduli apakah Sarah akan tahu atau tidak, tetap saja akan lebih baik kalau Sarah tidak mengetahuinya.

Kemudian aku mulai menggoyang pinggulku, tetapi gerakanku tidak bisa selancar saat melakukannya dengan Mama, karena vagina Mama basah dan tidak terlalu sempit, sedangkan milik Sarah kering dan sempit. Aku terus menggesekan penisku di dalam tubuh Sarah semakin lama semakin cepat sambil memeluk tubuhnya. Ada perbedaan kenikmatan tersendiri antara vagina Mama dan Sarah. Karena vagina Sarah lebih sempit maka hanya dalam waktu 3 menit aku sudah mencapai orgasme.

Kubiarkan spermaku mengalir di dalam vagina Sarah. Aku tidak perlu khawatir karena aku tahu Sarah belum bisa hamil. Aku tekan penisku dalam-dalam dan aku peluk Sarah dengan erat. Setelah puas aku kenakan lagi pakaian Sarah baru aku kenakan pakaianku sendiri. Aku berjingkat kembali ke kamarku dan tertidur sampai keesokan paginya.

Pada pagi harinya aku agak khawatir jika ketahuan. Tapi sampai aku berangkat sekolah tidak ada yang mencurigakan dari sikap Mama maupun Sarah. Sejak saat itu aku selalu terbayang kenikmatan yang aku alami pada malam itu. Aku ingin mengulanginya. Dengan Mama kemungkinannya bisa dilakukan jika Papa tidak di rumah. Jadi akan lebih besar kesempatannya jika melakukannya dengan Sarah saja. Walaupun pada saat melakukannya, aku tidak peduli jika diketahui tetapi tetap akan lebih aman jika mereka tidak mengetahuinya. Maka hampir setiap malam, aku selalu bergerilya ke kamar Sarah. Namun aku hanya berhasil sampai tahap melucuti pakaiannya. Setiap kali penisku mulai masuk, Sarah selalu terbangun.

Empat bulan sejak pengalaman pertama, aku belum pernah lagi melakukan sex. Pada bulan kelima, aku masuk SMP dan pada pelajaran biologi aku mengenal suatu bahan kimia praktikum yang digunakan untuk membius. Saat itu aku langsung berpikir bahwa aku bisa menggunakannya bersetubuh dengan Sarah lagi.

Setelah pelajaran biologi, aku mengambil sebotol obat bius untuk dibawa ke rumah. Pada malam hari setelah semuanya tertidur, aku masuk ke kamar Sarah. Sebuah sapu tangan yang telah dilumuri obat bius aku tempatkan di hidung Sarah. Setelah beberapa saat, aku angkat sapu tangan tersebut dan mulai melucuti pakaian Sarah. Dan setelah aku melucuti seluruh pakaianku, aku naik ke ranjang Sarah dan duduk di antara kedua kakinya.

Aku mengambil posisi favoritku dengan menempatkan kedua kakinya melingkari pinggangku. Aku masukkan penisku ke vaginanya dengan perlahan sampai keseluruhan penisku masuk. Goyangan pinggulku mulai menggoyang tubuh Sarah. Aku memeluk tubuhnya dengan erat dan penisku bergerak keluar masuk dengan cepat. Karena aku yakin Sarah tidak akan terbangun maka aku bisa mengubah posisi sesukaku. Seperti sebelumnya, saat pada puncaknya aku biarkan spermaku tertumpah di dalam vaginanya.

Sejak saat itu hampir setiap hari aku menyetubuhi adikku, Sarah. Sesekali jika Papa sedang di luar kota, aku juga menyetubuhi Mama. Alangkah beruntungnya aku. Dengan ilmu pengetahuan, suatu hambatan ternyata dapat diselesaikan dengan mudah.